Halaman

Minggu, 22 November 2015

Hal yang perlu dilakukan oleh pasangan muda untuk bisa membeli rumah

Sebagian dari kita yang masih jomblo mungkin belum terbebani dalam berpikir untuk membeli rumah karena masih bisa ikut dan tinggal bersama dengan orang tuanya, tapi bagaimana dengan kita yang sudah berpasangan dan memutuskan akan menikah sedangkan banyak kebutuhan yang harus dipersiapkan dalam mengarungi bahtera rumah tangga nantinya dan yang paling jelas kebutuhan yang pasti adalah kebutuhan akan tempat tinggal, tidak mungkin khan selamanya menjadi pengontrak rumah atau mungkin ikut orang tua atau mertua kita terus.
Mengingat harga rumah yang tiap tahun naiknya diatas inflasi apalagi jika kita masyarakat kecil dengan penghasilan cukup atau pas pas-an atau mungkin bagi kita yang sedang bekerja ikut perusahaan dengan menggandalkan gaji tiap bulannya sebagai sumber pendapatan yang dirasa masih belum bisa untuk membeli rumah karena disebabkan kenaikan gaji tidak pernah diatas inflasi sehingga sudah dikatakan tidak terjangkau lagi ini yang menjadi masalah besar bagi generasi generasi kita dimasa yang akan datang, tak heran banyak pasangan muda mengurungkan niatnya / menunda untuk membeli rumah karena masalah finansial, padahal kita tahu sendiri property semakin ditunda kenaikannya semakin gila. Lantas apakah ada solusinya??? Berikut Tim Bali Paradise Property akan memberikan saran dalam situasi dan kondisi ekonomi pas pas-an seperti ini, contoh :
- Langkah pertama, Jika anda dan pasangan anda akan berencana menikah sebaiknya bicara dan minta ijin kepada orang tua atau mertua anda untuk bisa diijinkan tetap tinggal dirumahnya setelah menikah nanti maksimal selama setahun, agar anda dengan pasangan anda mempunyai waktu untuk mempersiapkan tabungan agar bisa DP rumah. Hal ini sangat membantu anda dengan pasangan anda, bayangkan saja jika anda dan pasangan anda harus mengeluarkan uang untuk mengkontrak rumah yang cukup menguras dompet, lebih baik khan jika uang kontrak itu dialihkan untuk persiapan DP rumah.
- Langkah kedua, membuat rencana / planning yakni saling bertukar pikiran antara anda dengan pasangan anda(jika dirasa perlu nasehat orang tua atau mertua silahkan meminta pendapatnya) diperlukan sebuah rencana untuk pengelolaan dana yang didapat dari gaji masing masing, dengan menghitung biaya kebutuhan harian bersama dan tabungan bersama yang nantinya digunakan untuk mempersiapkan DP rumah. Ingat DP rumah menurut peraturan pemerintah, bila type rumah tersebut dibawah type 70 maka DPnya bisa 20% dari harga rumah tapi jika type rumah tersebut diatas type 70 maka DP rumah tersebut adalah 30% atau bahkan lebih, semisal saja anda dan pasangan anda berencana mau mengambil rumah type 60 dengan harga pasaran 600juta rupiah maka uang DP yang akan anda persiapkan adalah 600juta x 20% = 120juta rupiah. bersamaan dengan itu, anda dan pasangan anda juga sudah diharuskan mempunyai tafsiran / incaran lokasi rumah tersebut sekalian melihat potensi investasinya, karena tidak ada salahnya jika suatu saat anda dan pasangan anda mempunyai rejeki lebih atau mau pindah ke rumah yang lebih besar, rumah tersebut tidak akan sulit dijual dan yang lebih baik lagi jika rumah tersebut harganya bisa naik berkali kali lipat dari harga anda waktu membelinya.
- Langkah Ketiga, selama anda merencanakan untuk mempersiapan uang DP rumah, ada baiknya juga jika anda dan pasangan anda menunda sementara untuk memiliki buah hati sampai uang DP tersebut telah terkumpul. Bukan maksud kami untuk melarang mempunyai keturunan tapi saran kami tundalah dahulu, karena jika anda sudah mempunyai momongan terlebih dahulu otomatis kebutuhan akan meningkat dan kesempatan anda dan pasangan anda memiliki rumah otomatis tertunda bahkan cenderung gagal.
- Langkah Keempat, Jika uang DP rumah sudah dirasa cukup maka anda dan pasangan anda masih mempunyai kewajiban melunasi rumah tersebut dengan kredit, anda bisa segera mencari informasi mengenai KPR Bank(Kredit Pemilikan Rumah) dan program kredit yang ditawarkan, mengapa harus KPR Bank karena Bank yang akan membantu anda dalam melunasi rumah tersebut diawal transaksi sehingga akan memudahkan anda dalam memiliki rumah tersebut. Mengapa kita perlu mencari informasi KPR tersebut karena tiap tiap Bank mempunyai program kredit masing masing dan bunga yang dibebankan pun berbeda beda oleh karena itu sebelum anda bertransaksi property ada baiknya jika anda dan pasangan anda memilah milah dahulu program kredit bank mana yang dirasa cocok dengan kemampuan anda dan pasangan anda. Bila anda bingung mau memilih KPR Bank mana, tidak ada salahnya bila anda mengajukan aplikasi permohonan KPR atau biasa disebut Apraisal terlebih dahulu ke Bank sebanyak mungkin. Jika anda berencana membeli rumah tersebut lewat Developer atau Pengembang anda bisa bertanya dahulu apakah Developer atau Pengembang tersebut apakah ada kerjasamanya dengan pihak Bank untuk KPRnya, jika ada kerjasama dengan pihak Bank maka permohonan KPR anda akan lebih gampang di setujui nantinya.
- Langkah Kelima, tentukan kemampuan anda dan pasangan anda dalam cicilan perbulannya, perlu anda ketahui biasanya Bank akan meluluskan permohonan kredit anda dengan jumlah tidak lebih dari 1/3 pendapatan anda dan pasangan anda, misal saja pendapatan anda digabung dengan pasangan anda adalah 6juta perbulannya maka cicilan yang akan disetujui oleh Bank tidak lebih dari 2juta perbulannya. Selain itu juga anda perlu merencanakan jangka waktu kredit yang akan anda ambil apakah 10 tahun, 15 tahun, atau bahkan 25 tahun.
- Langkah Keenam, segera mulai dengan mempersiapkan data data pribadi anda dan pasangan anda untuk pengajuan KPR Bank. Syarat yang biasa dan sering diminta oleh pihak Bank adalah:
* Syarat KPR untuk Pengusaha:
                - FotoCopy KTP Suami Istri.
                - FotoCopy Akta Nikah.
                - FotoCopy KK.
                - FotoCopy SIUP,TDP,NPWP.
                - Laporan Omzet penjualan selama 6 bulan terakhir.
                - FotoCopy rekening buku tabungan selama 3 bulan terakhir.
* Syarat KPR untuk Karyawan:
                - FotoCopy KTP Suami Istri.
                - FotoCopy Akta Nikah.
                - FotoCopy KK.
                - FotoCopy NPWP.
                - Surat Keterangan kerja dan slip gaji suami istri.
                - FotoCopy rekening buku tabungan selama 3 bulan terakhir.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com