Halaman

Minggu, 22 November 2015

Cara Memilih Tanah Kavling yang Ideal

Perlu anda ketahui dahulu sebelum anda membeli sebuah tanah kavling selain dari segi legalitas dan lokasinya, anda juga harus memahami dari segi posisi dan bentuknya jangan sampai tanah kavling yang anda beli yang nantinya untuk investasi akan sulit terjual atau jika anda berencana membangun rumah diatasnya jangan sampai ada space atau tempat yang terbuang akibat tidak bisa dimanfaatkannya seperti kavling yang berbentuk segitiga, jika luasan tanah kavling tersebut diatas 200M2 maka tanah kavling yang berbentuk segitiga tidak akan menjadi masalah besar tapi bagaimana jika tanah tersebut memiliki luas antara 100M2 atau bahkan kurang dari itu, tentu akan menjadi masalah dalam memanfaatkannya karena pasti akan ada space atau tempat yang terbuang percuma. Untuk mencegah hal itu terjadi kami Tim Bali Paradise Property akan memberi penjelasannya untuk anda tentang bagaimana cara memilih tanah kavling yang ideal sebelum anda membelinya.

* Langkah pertama.
 saat anda menerima penawaran / informasi tanah kavling yang akan dijual anda bisa melakukan survey lokasi terlebih dahulu agar anda mendapat gambaran jelas mengenai situasi dan lokasi tanah kavling tersebut apakah strategis atau tidak, jika anda orang awam atau bukan penduduk sekitar anda bisa bertanya kepada dinas tata kota setempat mengenai perkembangan atau situasi seperti apa yang sudah atau akan terjadi dilokasi tersebut kedepannya. Hal ini sangat penting dilakukan jika anda bertujuan untuk berinvestasi kedepannya karena akan menjamin nilai harga kenaikannya.

* Langkah Kedua.
Setelah anda melakukan langkah pertama tadi dan benar serta yakin bahwa lokasi tersebut sangat menjanjikan dan berpotensi kedepannya, anda bisa melihat gambar denah atau lay out tanah kavling tersebut apakah bentuknya persegi, persegi panjang, segitiga, atau bahkan berbentuk trapesium. Jika anda berminat untuk membelinya nanti kami sarankan anda mengambil tanah kavling yang berbentuk persegi karena akan lebih maksimal dalam pemanfaatannya kedepan jika dibangun rumah, dan jangan lupa juga untuk memperhatikan lebar depan kavlingnya agar nanti jika dibangun sebuah bangunan rumah diatasnya anda bisa memanfaatkannya untuk lahan parkir kendaraan anda, minimal yang kami sarankan adalah 5 meter untuk lebar depannya.

* Langkah Ketiga.
Jika anda berencana membeli lahan kavling tersebut lewat Developer atau Pengembang biasanya akan disodorkan banyak pilihan tanah kavling yang akan dijual, entah dari segi posisi atau dari segi luasannya. Perlu anda ketahui jenis dan ragam tanah kavling sebelum anda memutuskannya untuk membelinya, berikut Tim Bali Paradise Property akan menjabarkan jenis dan ragam serta kelebihan posisinya :

- Type Dead End / jalan buntu, type tanah ini posisinya diujung jalan yang buntu, kelebihan posisi ini selain privacy, tenang dan tidak berisik biasanya jalan depannya akan mati secara otomatis karena tidak akan ada kendaraan yang akan lewat jadi anda bisa memanfaatkannya untuk parkir beberapa mobil anda.

- Type Interior Lot, type tanah ini posisinya ditengah tengah deretan satu blok kavling, kelebihan posisi ini system keamanannya sangat terjamin karena selain ramai dilewati kendaraan, posisi ini juga biasanya lebih banyak peminatnya dan cepat laku terjual pertama begitu di buka.

- Type Intersection Lot / tusuk sate, tanah ini posisinya pas berhadapan dengan jalan biasanya orang indonesia menghindari posisi tanah kavling seperti ini karena dianggap dan dipercayai membawa hal negatif meskipun sulit diterima kebenarannya secara nalar dan akal sehat, kelebihan posisi ini cocok digunakan untuk toko karena keberadaannya akan cepat terlihat meskipun dari jarak jauh, selain itu lalu lintasnya juga sering padat karena ada dapat 3 sisi jalur yakni depan, kiri, dan kanan.

- Type Corner Lot / pojok atau biasa orang menyebutnya posisi hoek, kelebihan posisi ini selain memiliki tampilan muka 2 arah yakni bagian depan dan samping, tanah kavling dengan posisi ini biasanya memiliki lahan yang lebih luas dari lahan kavling yang lain pada umumnya, dan kebanyakan orang menjadikannya sebuah patokan dalam mencari alamat rumah.
Sebelum anda memutuskannya anda bisa bertanya kepada diri anda sendiri sebelum memutuskannya untuk membelinya apakah untuk berinvestasi atau akan dihuni kedepannya, karena perlu anda sesuaikan posisi tanah kavling tersebut agar bisa bermanfaat sesuai kebutuhan anda nantinya.

* Langkah Keempat.
Setelah anda mengetahui seluk beluk Tanah kavling tersebut dan menentukan pilihan mana tanah kavling yang akan diambil, hal terakhir yang anda perlu tanyakan adalah Legalitasnya atau surat surat untuk kepemilikannya dan harus anda ketahui juga asal usul tanah kavling tersebut bila perlu apakah sudah bersertifikat resmi dari BPN atau masih berupa surat Girik? Jika sudah ada sertifikatnya anda perlu lihat status Haknya apakah Hak Milik, Hak Penggunaan Lahan, atau Hak Guna Bangunan. Untuk amannya anda bisa meminta bantuan Notaris PPAT(Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk mengeceknya agar semuanya jelas dan aman sebelum anda membelinya dan melakukan proses AJB(Akta Jual Beli).
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com